Wabah Virus Hantavirus Merebak di Kapal Pesiar MV Hondius, Tiga Penumpang Tewas

Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi adanya wabah virus Hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik, menewaskan tiga penumpang dan membuat kapal tersebut terdampar di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat. Kasus ini mengguncang dunia pelayaran internasional karena virus langka ini menunjukkan kemampuan menular antarmanusia dalam kondisi tertentu.

Varian Andes Hantavirus yang Menular Antarpersonel

Virus yang terdeteksi dalam wabah ini adalah varian Andes hantavirus, strain yang sebelumnya teridentifikasi di Amerika Selatan dan memiliki kemampuan menular antarmanusia melalui kontak dekat, seperti cairan tubuh atau pernapasan. Biasanya, hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus, namun dugaan awal menunjukkan penumpang pertama terinfeksi sebelum naik kapal, kemudian menyebarkannya ke beberapa penumpang lain di ruang tertutup kapal.

Kronologi Penyakit dan Dampak

MV Hondius membawa 149 penumpang dan awak dari 23 negara saat kapal meninggalkan Argentina menuju Samudra Atlantik. Setelah beberapa pekan berlayar, tiga penumpang dilaporkan meninggal dengan gejala pernapasan akut dan gagal ginjal, sementara sejumlah lainnya dirawat dalam kondisi kritis. Salah satu penumpang yang dievakuasi ke Johannesburg, Afrika Selatan, menunjukkan gejala memburuk selama penerbangan dari Saint Helena, memicu peningkatan pengawasan di bandara internasional.

Respons WHO dan Langkah Pencegahan

WHO menyatakan risiko penyebaran global tetap rendah karena hantavirus tidak mudah menular seperti COVID-19, meski penularan antarmanusia terkonfirmasi terjadi di kapal pesiar. Tim khusus WHO dan otoritas kesehatan setempat telah naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan, isolasi, dan protokol ketat bagi penumpang yang masih berada di atas kapal. WHO juga meminta peningkatan sanitasi, identifikasi sumber hewan penular, dan kewaspadaan di pelabuhan serta bandara internasional.

Implikasi bagi Industri Pelayaran

Wabah ini menjadi peringatan bagi industri pelayaran global untuk memperkuat protokol kesehatan, terutama di kapal pesiar yang memiliki kapasitas besar dan ruang tertutup. Peneliti menekankan pentingnya deteksi dini dan pengawasan di daerah endemik hantavirus, seperti Amerika Selatan, sebelum kapal berlayar. Meski wabah belum meluas ke skala pandemi, kejadian ini menggugah kembali kekhawatiran publik tentang risiko virus langka di ruang terbatas seperti kapal dan pesawat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *