{"id":8,"date":"2026-05-08T15:05:44","date_gmt":"2026-05-08T15:05:44","guid":{"rendered":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/?p=8"},"modified":"2026-05-08T15:05:44","modified_gmt":"2026-05-08T15:05:44","slug":"kecelakaan-kereta-80-terjadi-di-perlintasan-tanpa-penjaga-kai-kembali-ingatkan-ketatanan-aturan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/?p=8","title":{"rendered":"KECELAKAAN KERETA 80% TERJADI DI PERLINTASAN TANPA PENJAGA, KAI KEMBALI INGATKAN KETATANAN ATURAN"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blue.kumparan.com\/image\/upload\/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640\/v1634025439\/0666a6460198946f0de3b3a021626c65ff407de5801f37aaeb3cdabb50069336.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jakarta \u2013 Sekitar 80 persen kecelakaan kereta api di Indonesia terjadi di perlintasan sebidang yang tidak dijaga, berdasarkan data internal PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) hingga triwulan I 2026. Temuan ini menguatkan kekhawatiran bahwa perlintasan tanpa palang dan tidak dijaga menjadi titik paling rentan korban jiwa di jalur kereta.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"data-kecelakaan-terbaru\">Data Kecelakaan Terbaru<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KAI mencatat 3.674 perlintasan sebidang di seluruh wilayah operasinya, dengan total 1.810 titik masuk kategori tidak dijaga. Dalam tiga tahun terakhir, terjadi 1.049 kecelakaan di perlintasan sebidang, sekitar 80 persen di antaranya terjadi di titik\u2011titik yang tidak memiliki penjaga atau palang. Korban kecelakaan dalam periode 2023 hingga April 2026 mencapai 948 orang, dengan 366 korban meninggal, 236 luka berat, dan 346 luka ringan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"fokus-perlindungan-dan-sosialisasi\">Fokus Perlindungan dan Sosialisasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah bersama KAI dan Kementerian Perhubungan kini menempatkan perlintasan sebidang sebagai fokus prioritas peningkatan keselamatan. Sejumlah titik perlintasan tanpa penjaga dan rawan kecelakaan diutamakan untuk pemasangan palang, peningkatan rambu, serta penambahan penjaga lintas (PJL). KAI juga rutin menggandeng Korlantas Polri menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, termasuk penegakan hukum bagi pelanggar rambu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"pesan-kai-kepada-masyarakat\">Pesan KAI kepada Masyarakat<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KAI mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan di perlintasan, terutama di titik tanpa palang dan tidak dijaga. Pesan utamanya adalah:\u00a0<strong>Jangan nekat menerobos saat kereta melintas, patuhi rambu \u201cstop, look, listen\u201d, dan hindari menyeberang ketika suara klakson atau lampu peringatan sudah aktif<\/strong>. KAI juga menegaskan, kecelakaan di perlintasan sebidang sebagian besar terjadi karena kelalaian pengguna jalan, bukan hanya masalah teknis perkeretaapian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Sekitar 80 persen kecelakaan kereta api di Indonesia terjadi di perlintasan sebidang yang tidak dijaga, berdasarkan data internal PT Kereta Api Indonesia (Persero) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9,"href":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8\/revisions\/9"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/amaliaa.jurnal6a.my.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}